Adelaide Mosque: Masjid Tertua di Benua Australia

IMG_20190303_173924-01-01
Empat pilar Masjid Adelaide yang begitu kokoh

Meski bangunannya tak seluas masjid-masjid di Indonesia, pembangunan Adelaide Mosque benar-benar syarat akan sejarah. Dinukil dari beberapa sumber, masjid ini merupakan masjid tertua dan permanen pertama di Australia yang didirikan tahun 1888 -1889 di area pusat kota. Karena dibangun oleh para imigran dari Afganistan, maka tak heran, masjid dengan empat pilar putih ini disebut juga sebagai Masjid Afghan (Afghan Chapel) sekaligus merupakan salah satu bukti ‘rekam jejak’ para imigran Afganistan di Australia.

Berdasarkan informasi yang ada di pagar masjid,  proses pengangkutan material bangunan masjid ini dibantu oleh para Cameelers,  yakni para penunggang unta dari Afganistan dan India Utara sebagaimana informasi yang tertera di pagar masjid dibawah ini :

IMG_20190303_174103
Keterangan terkait pembangunan Masjid Adelaide 🙂

Berbicara soal arsitektur masjid. Masjid ini sangat minim akan ornamen. Interior didalamnya menggunakan kayu, dinding bangunan terbuat dari batu alam dan bata. Namun, menurut saya penggunaan bahan material seperti ini cukup beralasan dikarenakan Australia memiliki empat musim dimana material ini akan memberi kehangatan dan fungsi tersendiri ketika pergantian musim.

IMG_20190303_173236
Dinding masjid tampak dari luar

Di sekitar masjid juga terdapat fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kegiatan keagamaan.  Seperti dua aula yang berada persis di sisi kanan dan kiri masjid. Aula ini tak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah, namun dijadikan untuk kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Selain itu, terdapat juga semacam bangunan rumah kecil yang digunakan untuk kegiatan  pengajian atau pembinaan untuk kecil.  Dahulu, bangunan berbentuk rumah kecil ini digunakan sebagai sarana untuk beribadah para jamaah wanita.

Tempat shalat antara jamaah wanita dan laki-laki terpisah. Jamaah wanita terletak di lantai dua sementara laki-laki ada di lantai pertama. Pada saat saya mengunjungi masjid tertua ini, ruangan untuk jama’ah wanita tidak begitu luas, hanya berukuran sekitar 4×4 meter. Sedangkan dilantai pertama,  luas ruangan cukup luas dan dilengkapi juga mimbar sederhana dan kubah kecil berwarna hijau yang terbuat dari batu alam khusus.

IMG_20190303_172744.jpg
lantai pertama,  tempat jamaah laki-laki.

Dengan berdirinya bangunan masjid berumur lebih dari 150 tahun ini, menjadi bukti bahwa negara bagian selatan Australia, Adelaide, sangat menjunjung nilai toleransi kepada kaum minoritas, khususnya Muslim. Terbukti, meski wilayah Adelaide dijuluki dengan negara seribu gereja, pemerintah Australia telah turut andil berkontribusi memberikan sejumlah dana untuk melakukan rekontruksi masjid. Tidak hanya itu, masjid ini juga telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai salah satu warisan bersejarah di Australia.

Tak hanya sebagai sarana beribadah, fungsi masjid yang terletak ditengah pemukiman warga ini, selain difungsikan sebagai tempat beribadah Umat Muslim juga menjadi pusat peradaban, sebagai madrasah, tempat bermufakat dan mempererat tali ukhuwah Umat Muslim yang berasal dari pelbagai negeri.

Semoga teman-teman pembaca dapat segera berkunjung dan beribadah di masjid tertua di benua Australia ini. Amiin Allahumma Amiin.

“I’ve never been part of the minority before, never have had to struggle to belong, so I figured I’d milk the experience for all it was worth. Don’t they say adversity builds character?”
― Apol Lejano-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s